14 Hari Pasca Relaksasi, Seperti Apa Wajah Kutai Kartanegara ?

  • Jumat, 19 Juni 2020 - 02:13:18 WITA
  • admin
14 Hari Pasca Relaksasi,  Seperti Apa Wajah Kutai Kartanegara ?

DinkesKukarNews I Tenggarong _ 14 hari telah berlalu sejak diterbitkannya Surat edaran Bupati Kutai kartanegara ( Kukar ) Nomor : p-1863/dinkes/skrt/6/2020 tentang penyelenggaraan relaksasi menuju tatanan normal baru (new normal) produktif dan aman pada masa pandemi covid-19 dalam wilayah kabupaten kutai kartanegara.

Lalu seperti apa wajah Kukar pasca dimulainya relaksasi tanggal 4 juni 2020 dari dimensi kesehatan ?

Beberapa waktu lalu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan, ada tiga syarat yang harus dipenuhi jika suatu daerah hendak dilonggarkan menuju new normal, yang pertama adalah Tingkat penularan , kedua Sistem Kesehatan dan yang ketiga adalah jumlah test yang dilakukan.

Untuk tingkat penularan, sejak dilakukan relaksasi tanggal 4 juni 2020 tercatat ada 15 kasus terkonfirmasi positif, 10 adalah pelaku perjalanan dari luar kabupaten Kukar yang ingin kembali bekerja di Kukar dan 5 sisanya berasal dari Kukar sendiri. Diantara 15 kasus tersebut, 2 dilaporkan sebagai transmisi lokal yaitu KK-60 dan KK-61.

Kutai Kartanegara Memulai relaksasi dengan Angka Reproduksi Efektif ( Rt ) = 2, sempat meningkat 3,76 pada minggu pertama pasca relaksasi dan seminggu berikutnya turun menjadi 0,45. Angka Reproduksi Efektif ( Rt ) adalah Jumlah kasus baru yang tertular dari satu kasus infeksi pada populasi yang memiliki kekebalan sebagian atau setelah adanya intervensi. Idealnya angka Rt < 1 yang artinya tidak terjadi penularan dari satu orang terinfeksi ke satu orang lainnya. Di Indonesia rata- rata angka Rt  adalah 2,6. Provinsi Kalimantan timur  termasuk dalam 14 provinsi di Indonesia yang angka Rt nya dibawah 1 yaitu 0.9. WHO mensyaratkan setiap daerah yang ingin melakukan tatanan normal baru harus mampu mempertahankan angka Rt < 1 setidaknya selama 14 hari.

Jika melihat peta sebaran COVID-19 di Kukar yang mengacu kepada kondisi epidemiologi , hingga hari ini (18/6) ada 3 desa yang terletak di  kecamatan Tabang dan Muara kaman masuk dalam zona merah,11 desa masuk dalam zona kuning dan sisanya 223 masuk dalam zona Hijau.

Dilihat dari sistem kesehatan, Kutai kartanegara memiliki 3 ( tiga ) Rumah sakit ( RSUD Aji Muhammad Parikesit, RSUD ABADI Samboja dan RSUD Dayaku Raja Kota Bagun ) yang memiliki total keseluruhan tempat tidur 518 buah  ( data Profil Kesehatan Kutai kartanegara, 2019) atau memiliki rasio Rasio 0,74 per seribu penduduk. Angka itu lebih sedikit  dari rerata jumlah tempat tidur rumah sakit di Indonesia 1,17 per seribu penduduk ( data Pudatin Kemkes, 2018 ).

Indikator ketiga adalah jumlah test COVID-19, Gugus Tugas Percepatan penanganan COVID-19 Kukar Hingga hari ini telah melakukan Pemeriksaan rapid Test kepada seluruh tenaga kesehatan, OPD yang memiliki kontak tinggi dengan penderita COVID-19 dan  Area Pelayanan Publik yang berpotensi terjadi penularan COVID-19 sebanyak 5479 orang, dengan hasil 138 reaktif, 31 samar  dan sisanya non reaktif.  hasil pemriksaan yang reaktif dan samar , ditindak lanjuti dengan pemeriksaan Swab tenggorok dan didapatkan 65 kasus terkofirmasi Positif dengan rasio tingkat keparahan ( Odds Ratio) adalah sebesar 1%.

Dari data statistik  diatas ada beberapa indikator yang telah dicapai dan harus di pertahankan, namun demikian ada indikator yang harus ditingkatkan agar Kutai kartanegara benar- benar siap menyambut  The New Normal. Dengan tagline #bergerak searah melawan corona, mari patuhi protokol kesehatan untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19 di Kutai Kartanegara.(stw)
 

  • Jumat, 19 Juni 2020 - 02:13:18 WITA
  • admin

Berita Terkait Lainnya