Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Wajib Jaga Empati dan Etika Bermedia Sosial
administrator Dinas Kesehatan Senin, 10 Agustus 2026
192
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara Tegaskan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Wajib Jaga Empati dan Etika Bermedia Sosial
TENGGARONG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara Ismi Mufiddah,SKM.,MPH. menegaskan kepada seluruh Direktur RSUD dan Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Kutai Kartanegara agar memperkuat pembinaan kepada Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan untuk senantiasa mengedepankan empati, etika, serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada pasien, termasuk dalam menggunakan media sosial.
Penegasan tersebut disampaikan menyikapi adanya kejadian yang memperlihatkan sikap yang dinilai kurang berempati terhadap pasien. Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara memandang persoalan tersebut sebagai perhatian serius, mengingat Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan merupakan garda terdepan pelayanan publik di bidang kesehatan sekaligus representasi institusi di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kukar meminta seluruh pimpinan rumah sakit dan puskesmas agar tidak hanya mengingatkan, tetapi juga memastikan nilai-nilai etika pelayanan benar-benar diterapkan oleh seluruh Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan di lingkungan kerja masing-masing.
“Saya meminta kepada seluruh Direktur RSUD dan Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Kutai Kartanegara untuk segera mengingatkan dan melakukan pembinaan kepada seluruh Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan agar selalu menjaga empati, etika, dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Ini harus menjadi perhatian bersama.”
Ia menegaskan, kompetensi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan memberikan tindakan medis, tetapi juga dari cara berkomunikasi dan memperlakukan pasien dengan hormat, manusiawi, dan penuh empati.
“Pasien datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi membutuhkan pertolongan. Karena itu, tidak boleh ada sikap, ucapan, ataupun tindakan yang membuat pasien merasa direndahkan, diabaikan, atau tidak dihargai. Pelayanan kesehatan harus diberikan dengan hati dan rasa kemanusiaan.”
Selain pelayanan secara langsung, Kepala Dinkes Kukar juga memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan di media sosial.
Ia meminta seluruh Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan untuk berhati-hati dalam mengeluarkan komentar, membuat unggahan, maupun memberikan tanggapan di media sosial, terutama yang berkaitan dengan pasien, pelayanan kesehatan, maupun persoalan yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Saya tegaskan, gunakan media sosial secara bijak. Jangan sampai komentar atau unggahan pribadi justru mencederai kepercayaan masyarakat terhadap Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan serta institusi pelayanan kesehatan. Setiap Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan harus memahami bahwa profesionalisme juga tercermin dari perilaku kita di ruang digital.”
Menurutnya, kebebasan berkomunikasi di media sosial tetap harus dibarengi dengan tanggung jawab, etika profesi, serta kesadaran bahwa informasi dan komentar di ruang digital dapat dengan cepat menyebar dan menjadi konsumsi publik.
Untuk itu, Dinkes Kukar meminta pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan melakukan penguatan internal secara berkelanjutan, baik melalui pengarahan, pembinaan, maupun pengingat kepada seluruh jajaran agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Direktur RSUD dan Kepala UPTD Puskesmas harus memastikan seluruh jajaran memahami bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga soal sikap, komunikasi, empati, dan penghormatan kepada pasien.”
Kepala Dinkes Kukar menambahkan, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, ramah, dan menghargai martabat pasien. Karena itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kutai Kartanegara harus terus membangun budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme dan pelayanan yang humanis.
“Mari kita jaga kepercayaan masyarakat. Jadikan setiap pasien sebagai manusia yang harus kita layani dengan hormat, bukan sekadar sebagai objek pelayanan. Saya berharap seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di Kukar menjadi contoh dalam memberikan pelayanan yang profesional, santun, berempati, dan bertanggung jawab, baik di tempat kerja maupun di media sosial.”
Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan penguatan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan. Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat serta mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, berintegritas, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Editor : Nandar
Artikel Terbaru
- Pemerintah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 2023 Jatuh pada Kamis 23 Maret 22 Maret 2023
- Rapat Pembentukan Jejaring Skrining Layak Hamil dan Stunting Kutai Kartanegara 16 Pebruari 2023
- Daring Survei Akreditasi Puskesmas Sanga Sanga 12 September 2023