dinaskesehatan.kukar@gmail.com 0541-
Dinas Kesehatan

TSL Kutai Kartanegara mengikuti Pelatihan Pengelolaan Limbah Fasyankes

administrator Dinas Kesehatan Senin, 24 Agustus 2026

4

Saat Limbah Bicara

Hari itu bukan di ruang ber-AC dengan slide PowerPoint. Kami diajak turun langsung. Di depan kami berdiri dua tangki biru besar — jantung dari IPAL fasyankes. Bau kimia tipis menyengat, tapi ibu fasilitator dengan batik coklat muda justru tersenyum, "Inilah yang sering kita lupakan dari pelayanan kesehatan."

Saya bersama teman-teman dari berbagai Puskesmas di Kutai Kartanegara dan Mahakam Hulu, kebanyakan pakai kaos merah yang sama, melingkar mendengarkan. Ada yang mencatat, ada yang mengangguk pelan sambil menahan masker. Baru di lapangan saya sadar: selama ini kami fokus menyembuhkan orang, tapi lupa apa yang kami buang setelahnya.

Fasilitator menunjukkan alur — dari bak penampung awal, masuk ke filter, ke proses kimia, sampai air yang keluar nanti harus jernih dan aman. "Satu jarum suntik yang salah buang bisa melukai pemulung. Satu liter limbah infeksius yang bocor ke selokan bisa kembali ke sumur warga," katanya.

Hening. Kami saling tatap. Pekerjaan kami di fasyankes ternyata tidak berhenti di meja periksa.

Sebagai peserta, saya pulang dengan rasa yang berbeda. Pengelolaan limbah bukan sekadar kewajiban administrasi untuk akreditasi. Ini adalah etika. Ini adalah cara kami menjaga sumpah profesi tetap bersih, tidak hanya di dalam gedung, tapi sampai ke lingkungan.

Pesan untuk Masyarakat:
Jangan takut ke fasyankes karena limbahnya. Fasyankes yang baik justru sangat ketat mengelola limbahnya. Tapi bantu kami juga — jangan buang sampah medis sembarangan di rumah, pisahkan masker, obat kadaluarsa, dan sampaikan ke petugas. Kesehatan lingkungan adalah kesehatan kita bersama.

Pesan untuk Bidang Kesehatan:
Teman-teman nakes, pengelolaan limbah bukan tugas cleaning service saja. Ini tugas kita semua. Dari dokter sampai tenaga administrasi, kita adalah garda terakhir sebelum limbah fasyankes kembali ke masyarakat. Kalau IPAL kita berfungsi, kalau pemilahan kita benar, kita tidak hanya menyembuhkan pasien hari ini, tapi kita mencegah pasien baru lahir esok hari karena lingkungan yang tercemar.

Pelatihan ini selesai, tapi praktiknya baru mulai — di Puskesmas kami masing-masing.

more ........ https://sdmkesehatan.mukminnasri.com